Ramai Hoax Banyak Data Orang Meninggal karena Vaksin Covid-19, Masyarakat Jangan Gampang Percaya

oleh -74 Dilihat

JAKARTA – Di media sosial Facebook, tersebar informasi yang menyebutkan data banyak orang meninggal dunia akibat vaksin Covid-19. Dalam unggahannya, pengunggah juga mengaku memiliki banyak bukti vaksin Covid-19 mempunyai efek samping yang berbahaya.

Dari konfirmasi yang dilakukan, informasi tersebut tidak benar alias hoaks.

Narasi yang beredar

Ada satu akun Facebook yang menyebarkan informasi tersebut, yakni James Bowie.
Narasi itu diunggahnya dalam bentuk gambar. Berikut narasi selengkapnya:

“Begitu banyak data orang meninggal akibat vaksin covid yg aku temukan..Sampe sampe aku cape baca nya satu persatu..Dan cape juga buat posting di sosial media buat buktiin kalo vaksin covid punya efek samping yg berbahaya”.

“Hari ini udah posting 5 korban. Sisa nya lanjut besok besok aja lagi,” tulisnya 23 Februari 2021.
Hingga Sabtu (6/3/2021), unggahannya itu telah dikomentari 106 kali dan disukai 203 kali oleh sesama warganet.

Konfirmasi

Tim Cek Fakta mengonfirmasi klaim informasi tersebut kepada Ketua Komnas Kejadian Ikutan Pasca Imunisasi (KIPI) Hindra Irawan Satari.
Hindra menegaskan, informasi yang beredar tersebut adalah tidak benar alias hoaks.

“Hoax,” kata Hindra, Sabtu (6/3/2021) siang.

Hingga saat ini, lanjut Hindra, tidak ada yang meninggal dunia karena vaksin Covid-19.

Jika di kemudian hari ada yang meninggal dunia karena vaksin virus corona, pihaknya akan langsung mengeluarkan rekomendasi untuk menghentikan vaksinasi.

“Tetapi sampai sekarang kami masih merekomendasikan dan menyatakan vaksin Covid-19 ini aman,” kata Hindra.
Hindra juga menegaskan, vaksin Covid-19 tidak memiliki efek samping yang berbahaya.

Pasalnya, vaksin Covid-19 Sinovac yang digunakan Indonesia berisi virus mati (inactivated).
Hindra memastikan, hingga kini, dari lebih dari 2 juta orang penerima vaksin, yang mengalami Kejadian Ikutan Pasca Imunisas (KIPI) tidak lebih dari 1 persen.

“Yang terjadi KIPI, kita ngomong proporsi kan, ya sangat sedikit sekali, enggak sampai 1 persen. Kategori sedang, satu dua hari sudah hilang,” ujar Hindra.

Hindra meminta masyarakat untuk tidak ragu divaksin Covid-19. Bagi mereka penolak vaksin, ia mengingatkan, agar tidak memengaruhi orang lain.

“Kalau memang tidak mau divaksinasi, jangan ngajak-ngajak orang, seperti mau melindungi padahal menyesatkan dan mengurangi kepercayaan masyarakat,” kata dia.

Kesimpulan

Dari konfirmasi Tim Cek Fakta, informasi yang menyebut banyak data orang meninggal dunia akibat vaksin Covid-19 adalah hoaks. Selain itu, klaim vaksin Covid-19 mempunyai efek samping yang berbahaya juga tidak benar.

Menanggapi hal tersebut, Pemuda Moeslim Jayakarta (PMJ) meminta kepada masyarakat agar tidak sembarangan untuk menyebar informasi yang belum tentu kebenarannya apalagi berbau hoax.

“Usahakan cek dulu, dan literasi media agar tidak kemakan berita hoax. Jangan gampang percaya berita hoax tentang covid,” tukasnya.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

No More Posts Available.

No more pages to load.