Heboh di Gandaria! RT 11 Punya “Suara Malam” Unik, Polda Metro Jaya Angkat Topi

oleh -119 Dilihat

Jakarta — Siapa sangka, dari gang padat di kawasan Gandaria Utara, lahir sistem keamanan lingkungan yang kini jadi sorotan. Bukan hanya soal teknologi, tapi juga sentuhan budaya yang bikin suasana makin hidup dan warga makin merasa aman.

Di bawah kepemimpinan Ketua RT 11 RW 7, Imam Basori, warga terus berinovasi membangun sistem keamanan berbasis teknologi sekaligus pendekatan humanis. Setelah sukses dengan e-Gate 11, distribusi GPS untuk setiap kepala keluarga, hingga pemasangan panic button alarm, kini muncul terobosan baru yang unik: “suara malam” dengan logat Betawi.

Setiap pukul 22.00 WIB, pengeras suara di sudut-sudut lingkungan mulai terdengar. Bukan sirine keras atau imbauan kaku, melainkan suara khas Betawi yang hangat dan bersahabat mengingatkan warga untuk menjaga keamanan, beristirahat, sekaligus meningkatkan kewaspadaan.

“Ini bukan sekadar pengumuman, tapi pendekatan rasa. Biar warga merasa dijaga, bukan diawasi,” ungkap Imam Basori.

Menariknya, seluruh inovasi ini dibangun dari dana operasional RT sebesar Rp2,5 juta per bulan. Dana tersebut dikelola secara transparan dan difokuskan penuh untuk kepentingan warga mulai dari infrastruktur keamanan hingga sistem kontrol lingkungan yang terintegrasi.

Tak hanya itu, sistem keamanan di RT 11 juga sudah masuk level yang jarang ditemui di lingkungan lain:
– Akses keluar-masuk menggunakan kartu e-Gate dengan nomor seri unik
– CCTV terhubung langsung ke ponsel warga
– Panic button di titik strategis
– Buku mutasi tamu 24 jam
– Pengawasan ketat terhadap pendatang dan warga asing

Keunggulan ini pun mendapat perhatian langsung dari Binmas Polda Metro Jaya, Kompol Susanto, yang datang meninjau lokasi.

“Awalnya kami kira ini hanya viral. Tapi ternyata ini sistem nyata yang berjalan efektif. Ini bisa jadi role model bagi RT lain,” tegasnya.

Menurutnya, konsep keamanan di RT 11 sudah sejalan dengan program Jaga Jakarta Plus, di mana keamanan bukan hanya tugas aparat, tapi tanggung jawab bersama yang dimulai dari lingkungan terkecil.

Yang membuat RT ini semakin berbeda, bukan hanya teknologinya, tapi kekuatan sosial warganya. Kepercayaan, keterbukaan, dan rasa memiliki menjadi fondasi utama keberhasilan sistem ini.

Kini, RT 11 Gandaria Utara bukan sekadar viral di media sosial, melainkan telah menjelma menjadi contoh nyata bagaimana keterbatasan anggaran bukan penghalang untuk menciptakan lingkungan yang aman, modern, dan humanis.

Dan di antara deretan inovasi canggih itu, justru “suara malam” berlogat Betawi yang sederhana menjadi simbol paling kuat:
bahwa keamanan terbaik, selalu dimulai dari kedekatan antarwarga.