GAKOPTINDO Minta Pemerintah Segera Stabilkan Harga Kedelai Demi Lindungi Perajin Tahu Tempe

oleh -4 Dilihat

Jakarta – Gabungan Koperasi Produsen Tempe Tahu Indonesia (GAKOPTINDO) meminta pemerintah segera mengambil langkah konkret untuk menjaga stabilitas pasokan dan harga kedelai nasional guna melindungi keberlangsungan usaha para perajin tahu dan tempe di tengah ketidakpastian ekonomi global.

Pengurus GAKOPTINDO, Aip Sarifuddin, mengatakan tingginya ketergantungan Indonesia terhadap kedelai impor membuat pelaku usaha sangat rentan terhadap fluktuasi nilai tukar rupiah dan harga komoditas di pasar internasional. Menurutnya, kondisi tersebut berpotensi meningkatkan biaya produksi yang harus ditanggung para perajin.

Ia menjelaskan, kebutuhan kedelai nasional diperkirakan mencapai sekitar 3 juta ton per tahun. Sementara itu, produksi kedelai dalam negeri masih berada pada kisaran 300 ribu hingga 500 ribu ton, sehingga sebagian besar kebutuhan harus dipenuhi melalui impor, terutama dari Amerika Serikat dan Brasil.

“Kami berharap pemerintah dapat menjaga stabilitas pasokan dan harga kedelai nasional agar para perajin tahu dan tempe dapat terus berproduksi dengan baik. Ketergantungan terhadap impor membuat pelaku usaha sangat terdampak ketika terjadi pelemahan nilai tukar rupiah maupun kenaikan harga kedelai dunia,” ujar Aip.

Selain menjaga pasokan, GAKOPTINDO juga mendorong pemerintah mengambil langkah untuk memperkuat nilai tukar rupiah terhadap dolar Amerika Serikat. Menurut Aip, penguatan rupiah akan membantu menekan biaya impor bahan baku sehingga beban produksi para pelaku usaha dapat berkurang.

Lebih lanjut, GAKOPTINDO mendesak pemerintah segera merealisasikan subsidi kedelai sebesar Rp2.000 per kilogram sebagai bentuk perlindungan terhadap industri tahu dan tempe nasional. Kebijakan tersebut dinilai penting untuk menjaga stabilitas harga produk sekaligus mempertahankan daya saing pelaku usaha kecil dan menengah.

Selain itu, GAKOPTINDO berharap para perajin tahu dan tempe dapat dilibatkan secara langsung dalam Program Makan Bergizi Gratis (MBG). Menurut mereka, keterlibatan tersebut tidak hanya akan memperkuat penyerapan produk dalam negeri, tetapi juga membantu menjaga keberlangsungan usaha para perajin di tengah tantangan ekonomi.

GAKOPTINDO berharap pemerintah dapat segera merumuskan kebijakan yang berpihak kepada industri tahu dan tempe nasional, sehingga stabilitas pasokan bahan baku tetap terjaga, biaya produksi dapat ditekan, dan keberlangsungan usaha para perajin semakin terjamin.