Fernando Emas: Pengungkapan Ganja Senilai Rp4,5 Triliun Jadi Bukti Ketegasan Aparat

oleh -6 Dilihat

Jakarta – Direktur Rumah Politik Indonesia, Fernando Emas, mengajak masyarakat untuk melihat keberhasilan pengungkapan penyelundupan 3,37 ton ganja asal Thailand oleh Badan Narkotika Nasional (BNN) RI bersama Direktorat Jenderal Bea dan Cukai serta Polda Jawa Timur sebagai bukti nyata bahwa negara terus bekerja melindungi masyarakat dari ancaman narkotika.

Menurut Fernando, di tengah berbagai tantangan penegakan hukum, keberhasilan membongkar jaringan narkotika internasional tersebut merupakan capaian yang patut diapresiasi sekaligus menjadi momentum edukasi bagi masyarakat mengenai pentingnya pemberantasan narkoba.

“Sering kali masyarakat hanya melihat persoalan narkoba ketika barang haram itu sudah beredar. Padahal, keberhasilan terbesar justru ketika aparat mampu menghentikannya sebelum sampai ke tangan masyarakat. Itulah yang terjadi dalam pengungkapan kasus ini,” kata Fernando.

Ia menilai keberhasilan operasi tersebut menjadi kado bermakna dalam rangka memperingati Hari Anti Narkotika Internasional (HANI) dan Hari Bhayangkara ke-80, karena menunjukkan komitmen aparat negara dalam melindungi generasi muda dari ancaman kejahatan narkotika lintas negara.

Fernando menjelaskan bahwa pemberantasan narkoba tidak hanya diukur dari banyaknya pelaku yang ditangkap, tetapi juga dari kemampuan aparat memutus rantai distribusi, mengungkap jaringan internasional, serta mencegah jutaan masyarakat menjadi korban penyalahgunaan narkotika.

“Keberhasilan ini menunjukkan bahwa kerja intelijen, koordinasi antarinstansi, dan penegakan hukum berjalan secara terpadu. Inilah wajah penegakan hukum modern yang bekerja secara preventif sekaligus represif,” ujarnya.

Ia juga menyoroti berkembangnya modus baru penyelundupan narkotika yang diduga akan diolah menjadi cairan rokok elektronik (vape). Menurutnya, kondisi tersebut menjadi pengingat bahwa sindikat narkoba terus beradaptasi dengan perkembangan teknologi dan gaya hidup masyarakat.

Karena itu, Fernando mengajak masyarakat untuk tidak hanya mengandalkan aparat penegak hukum, tetapi juga meningkatkan kewaspadaan melalui pendidikan keluarga, sekolah, dan lingkungan sosial.

“Narkoba tidak mengenal batas usia, profesi, maupun latar belakang. Karena itu, pencegahan harus dimulai dari lingkungan terkecil, yaitu keluarga. Masyarakat yang sadar bahaya narkoba akan menjadi benteng pertama yang mempersempit ruang gerak para pelaku,” jelasnya.

Fernando berharap momentum HANI dan Hari Bhayangkara ke-80 tidak hanya menjadi seremoni tahunan, tetapi juga menjadi pengingat bahwa perang melawan narkoba membutuhkan kolaborasi seluruh elemen bangsa.

“Apresiasi kepada BNN, Bea Cukai, dan Polri penting untuk diberikan sebagai bentuk penghargaan atas kerja keras mereka. Namun yang lebih penting adalah menjadikan keberhasilan ini sebagai motivasi bagi seluruh masyarakat untuk bersama-sama menjaga Indonesia dari ancaman narkotika. Ketika negara bekerja dan masyarakat ikut berpartisipasi, maka kita sedang menjaga masa depan generasi bangsa,” pungkas Fernando Emas.