Bukan Sekadar Bersih-Bersih, Imam Basori Ajak RT se-Jakarta Bangun Gerakan Sampah Jadi Berkah

oleh -21 Dilihat

JAKARTA – Persoalan sampah di Jakarta membutuhkan gerakan bersama. Tidak cukup hanya mengandalkan pemerintah dan petugas kebersihan, tetapi harus dimulai dari kesadaran serta keterlibatan masyarakat di lingkungan masing-masing.

Semangat inilah yang terus digaungkan IPTU Imam Basori, Ketua RT 11 RW 07 Gandaria Utara, Kebayoran Baru, Jakarta Selatan, melalui inovasi Bang Jali (Bareng Jaga Lingkungan) dan Gantara Berkah.

Setelah berhasil mengembangkan berbagai inovasi pengelolaan sampah di lingkungan RT 11, Imam Basori kini memiliki misi untuk menyebarkan virus kebaikan tersebut ke berbagai wilayah Jakarta. Ia ingin semakin banyak RT dan RW yang terinspirasi, bergerak, serta menciptakan inovasi pengelolaan sampah sesuai kebutuhan lingkungannya masing-masing.

Salah satu inovasi yang diperkenalkan adalah Komling (Kompos Keliling), KOMA (Komposter Mandiri), dan Smart Geprek.

Melalui Komling, sampah organik rumah tangga dikumpulkan dengan sistem jemput bola dari rumah ke rumah. Selanjutnya, sampah diolah menggunakan KOMA menjadi kompos dalam waktu sekitar enam jam. Hasilnya dimanfaatkan sebagai pupuk tanaman dan bahan pakan ikan.

Sementara itu, Smart Geprek menjadi solusi untuk sampah anorganik melalui alat pengepres otomatis yang mampu memadatkan botol plastik dan kaleng agar lebih mudah dikelola dan memiliki nilai ekonomi. Sampah lainnya juga dapat dikembangkan menjadi produk kerajinan kreatif.

Bagi Imam Basori, inovasi tersebut bukan sekadar tentang mesin atau teknologi, melainkan bagaimana membangun budaya baru di tengah masyarakat: memilah sampah dari rumah, mengolahnya menjadi berkah, dan menjadikan kepedulian lingkungan sebagai gerakan bersama.

Upaya menyebarkan inovasi tersebut mulai dilakukan melalui berbagai kegiatan edukasi, kolaborasi dengan Dinas Lingkungan Hidup, sekolah-sekolah, serta menerima kunjungan studi tiru dari berbagai wilayah.

RT 11 Gandaria Utara bahkan telah dikunjungi masyarakat dari berbagai daerah, mulai dari Sumatera Utara, Jambi, Palembang, Makassar, Kota Kendari, hingga Jabodetabek. Kunjungan tersebut menjadi ruang berbagi pengalaman dan praktik baik pengelolaan lingkungan berbasis masyarakat.

Namun, kini fokus gerakannya adalah memperluas dampak di Jakarta terlebih dahulu.

Imam Basori berharap setiap wilayah di Jakarta memiliki gerakan dan inovasi pengelolaan sampah sendiri. Tidak harus menggunakan peralatan yang sama dengan Bang Jali, tetapi bisa mengembangkan kreativitas sesuai potensi dan persoalan di lingkungannya.

“Harapan kami, virus kebaikan ini bisa menyebar ke seluruh wilayah Jakarta. Kami ingin RT satu menginspirasi RT lainnya, RW satu menggerakkan RW lainnya. Jangan sampai inovasi hanya berhenti di satu lingkungan, tetapi harus bisa memberikan manfaat yang lebih luas,” ungkapnya.

Ia juga mengajak para ketua RT/RW, kader lingkungan, komunitas, sekolah, hingga generasi muda untuk tidak hanya membicarakan persoalan sampah, tetapi mulai mengambil tindakan nyata.

Menurutnya, perubahan tidak harus menunggu anggaran besar, fasilitas lengkap, atau program pemerintah. Memilah sampah dari rumah, membuat kompos sederhana, mengurangi plastik, dan membangun gerakan gotong royong merupakan langkah awal yang bisa dilakukan siapa saja.

DARI SATU RT UNTUK SELURUH JAKARTA

Imam Basori meyakini, apabila setiap RT memiliki satu inovasi pengelolaan sampah, maka Jakarta akan memiliki ribuan gerakan perubahan yang tumbuh dari masyarakat.

Bayangkan jika satu RT mengelola sampah organik, RT lainnya mengembangkan bank sampah, RW berikutnya menciptakan produk daur ulang, dan seluruhnya saling berkolaborasi. Persoalan sampah yang selama ini menjadi beban bersama dapat mulai diubah menjadi peluang ekonomi, ketahanan pangan, dan lingkungan yang lebih sehat.

“Jangan hanya menjadi penonton perubahan, tetapi jadilah pelaku perubahan. Jangan menunggu lingkungan kita bersih kalau kita sendiri belum mau bergerak. Mari mulai dari rumah, gerakkan RT, bangun kolaborasi antar-RW, dan bersama-sama kita wujudkan Jakarta yang lebih bersih,” tegasnya.

Baginya, keberhasilan Bang Jali bukan hanya ketika RT 11 menjadi lingkungan yang lebih baik, melainkan ketika semakin banyak RT di Jakarta mampu menciptakan inovasi dan melakukan perubahan serupa.

Satu RT bergerak, RT lainnya terinspirasi. Satu RW berinovasi, RW lainnya mengikuti. Dari gerakan masyarakat inilah Jakarta yang bersih dan berkelanjutan bisa diwujudkan.

BANG JALI – BARENG JAGA LINGKUNGAN. JANGAN JADI PENONTON, JADILAH PELAKU PERUBAHAN!

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

No More Posts Available.

No more pages to load.