Cegah Perpecahan, Kelompok Nelayan dan KUB Pantai Rejo Deklarasikan Dukung Pemilu Damai

oleh -31 Dilihat

BANYUWANGI – Masyarakat Kelompok Nelayan bersama Kelompok Usaha Bersama (KUB) Pantai Rejo menggelar deklarasi Pileg dan Pilpres 2019 yang aman dan damai serta menolak segala bentuk kekerasan/anarkis, intoleransi, penyebaran berita hoaks di Banyuwangi, Sabtu (6/5/2019).

Selain itu, massa juga mengajak masyarakat menjaga keutuhan NKRI tanpa SARA dan ujaran kebencian.

“Deklarasi ini kita adakan dengan tujuan agar pemilu 2019 damai, anti hoax, dan menjaga persatuan di masyarakat,” ungkap Ketua KUB Muhyi.

Turut hadir pula di acara deklarasi itu yakni Bakesbangpol Drs Wiyono, perwakilan Pol Airut AKP Subandi, dan masyarakat Nelayan, Babinsa, Lurah Pakis, dll.

“Semoga Pileg dan Pilpres 2019 bisa berjalan aman, damai tidak ada golput serta memegang prinsip persaudaraan dan persatuan,” terang Muhyi.

Sementara itu, AKP Subandi berharap masyarakat bisa ikut berperan aktif menjaga Pemilu 2019 kali ini bisa berjalan penuh riang kegembiraan tanpa ada perpecahaan sesama anak bangsa.

“Mari kita rajut kebersamaan dalam keberagaman serta kerukunan lintas umat beragama dan lintas etnik dengan filosofi “Lebih baik bisa merasa daripada merasa bisa; Pandai-pandailah menimbang rasa; Hidup harmoni – rukun sentosa,” sebutnya lagi.

Ditempat yang sama, Wiyono menyinggung pentingnya persatuan dan kesatuan bangsa demi tetap tegak berdirinya NKRI yang berdasar Pancasila Dan UUD 1945. Ia juga berpesan agar masyarakat bisa mensukseskan hari pencoblosan nanti. Kata dia, seluruh rangkaian proses Pemilu, mulai dari tahapan pencalonan sampai dengan penetapan calon terpilih berlangsung secara aman, tertib dan lancar serta berada dalam suasana damai.

“Pada saat pelaksanaan pemungutan suara tanggal 17 April 2019 berlangsung luber (langsung, umum, bebas dan rahasia) serta jurdil (jujur dan adil),” tambah Wiyono.

Sukses berikutnya, lanjut Wiyono, bagi Pemerintah Kabupaten Banyuwangi menggunakan parameter, target pemegang hak pilih yang menggunakan hak politiknya menyalurkan aspirasinya sekurang-kurangnya 77% dari semua pemegang hak pilih.

“Jadi siapa pun yang terpilih, baik dalam Pilpres maupun Pileg harus diterima dengan lapang dada oleh seluruh rakyat Indonesia pada umumnya dan rakyat Banyuwangi pada khususnya,” tandasnya.

Diakhir acara, KH Syaibani menyerukan agar tetap menjaga silaturahmi, persatuan dan kesatuan demi tegaknya NKRI.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

No More Posts Available.

No more pages to load.