Modus Baru Narkoba: Ganja Diolah Jadi Cairan Vape, Aparat Diminta Siaga

oleh -40 Dilihat

Jakarta – Keberhasilan Badan Narkotika Nasional (BNN) RI bersama Direktorat Jenderal Bea dan Cukai serta Polda Jawa Timur menggagalkan penyelundupan ganja seberat 3,37 ton asal Thailand mendapat apresiasi dari berbagai kalangan. Pengungkapan jaringan narkotika internasional tersebut dinilai menjadi bukti keseriusan aparat dalam melindungi masyarakat dari ancaman peredaran narkoba, khususnya yang menyasar generasi muda.

Direktur Rumah Politik Indonesia, Fernando Emas, mengatakan keberhasilan aparat menggagalkan masuknya ganja dalam jumlah besar merupakan langkah preventif yang sangat penting dalam memutus rantai peredaran narkotika sebelum sampai ke tangan masyarakat.

“Sering kali masyarakat hanya melihat persoalan narkoba ketika barang haram itu sudah beredar. Padahal, keberhasilan terbesar justru ketika aparat mampu menghentikannya sebelum sampai ke tangan masyarakat. Itulah yang terjadi dalam pengungkapan kasus ini,” ujar Fernando dalam keterangan tertulis.

Fernando menilai pengungkapan tersebut menjadi momentum untuk meningkatkan edukasi kepada masyarakat mengenai bahaya penyalahgunaan narkotika. Menurutnya, upaya pemberantasan narkoba tidak cukup hanya mengandalkan penegakan hukum, tetapi juga harus dibarengi dengan peningkatan kesadaran masyarakat.

Ia juga menyoroti adanya dugaan perubahan modus operandi sindikat narkotika internasional yang memanfaatkan tren rokok elektronik atau vape sebagai media penyebaran narkoba. Berdasarkan hasil investigasi, ganja yang diselundupkan diduga akan diolah menjadi cairan vape yang banyak diminati kalangan remaja dan dewasa muda.

“Keberhasilan ini menunjukkan bahwa kerja intelijen, koordinasi antarinstansi, dan penegakan hukum berjalan secara terpadu. Inilah wajah penegakan hukum modern yang bekerja secara preventif sekaligus represif,” katanya.

Menurut Fernando, kondisi tersebut menjadi peringatan bahwa sindikat narkotika terus beradaptasi dengan perkembangan gaya hidup masyarakat. Karena itu, strategi pemberantasan narkoba juga harus terus diperkuat, termasuk melalui pemutusan jaringan distribusi dan aktivitas sindikat di ruang digital.

Selain peran aparat penegak hukum, Fernando menegaskan bahwa keluarga, sekolah, dan lingkungan memiliki tanggung jawab besar dalam membentengi generasi muda dari ancaman penyalahgunaan narkoba.

“Narkoba tidak mengenal batas usia, profesi, maupun latar belakang. Karena itu, pencegahan harus dimulai dari lingkungan terkecil, yaitu keluarga. Masyarakat yang sadar bahaya narkoba akan menjadi benteng pertama yang mempersempit ruang gerak para pelaku,” ujarnya.

Fernando berharap keberhasilan BNN, Bea Cukai, dan Polri menggagalkan penyelundupan ganja tersebut dapat menjadi motivasi bagi seluruh elemen masyarakat untuk bersama-sama memerangi peredaran gelap narkotika.

“Apresiasi kepada BNN, Bea Cukai, dan Polri penting untuk diberikan sebagai bentuk penghargaan atas kerja keras mereka. Namun yang lebih penting adalah menjadikan keberhasilan ini sebagai motivasi bagi seluruh masyarakat untuk bersama-sama menjaga Indonesia dari ancaman narkotika. Ketika negara bekerja dan masyarakat ikut berpartisipasi, maka kita sedang menjaga masa depan generasi bangsa,” pungkasnya.