Edi Hasibuan Nilai Suyudi Pilihan Tepat Presiden Prabowo untuk Pimpin Polri

oleh -5 Dilihat

Jakarta – Direktur Eksekutif LEMKAPI sekaligus akademisi Universitas Bhayangkara Jakarta Raya, Edi Hasibuan menilai keputusan Presiden Prabowo Subianto menunjuk Suyudi Ario Seto sebagai Kapolri sudah tepat. Restoran

Menurut Edi, pilihan Presiden terhadap Suyudi telah sesuai dengan ketentuan dan kebutuhan kepemimpinan Polri saat ini.

“Pilihan Kapolri jatuh kepada Suyudi sesuai dengan ketentuan Presiden. Presiden menunjuk Suyudi sebagai Kapolri karena memang sudah sesuai,” kata Edi dalam wawancara, Minggu (4/10/2026). PenegakanHukum

Edi menilai Presiden memang membutuhkan sosok seperti Suyudi untuk memimpin Korps Bhayangkara.

Menurut dia, setidaknya terdapat sejumlah pertimbangan penting dalam memilih seorang Kapolri, di antaranya memiliki prestasi, mampu menghadirkan terobosan bagi Polri, serta memiliki chemistry dengan Presiden.

“Untuk menjadi Kapolri itu tentu harus memiliki prestasi, memiliki terobosan untuk Polri dan memiliki chemistry dengan Presiden,” ujarnya.

Edi mengatakan Suyudi memiliki sejumlah kelebihan yang membuatnya layak dipercaya menduduki posisi tertinggi di institusi Polri. PenegakanHukum

Menurutnya, Suyudi memiliki capaian dan rekam prestasi selama menjalankan tugas di berbagai posisi. Pengalaman tersebut terlihat ketika Suyudi menjabat sebagai Kapolda Banten maupun saat dipercaya memimpin Badan Narkotika Nasional (BNN).

“Beliau memiliki kelebihan, memiliki capaian dan prestasi. Saat di BNN banyak prestasinya, begitu juga saat menjadi Kapolda Banten,” kata Edi.

Selain rekam jejak kepemimpinan, Edi menyoroti kemampuan Suyudi dalam membangun kedekatan dengan masyarakat.

Ia menilai Suyudi memiliki pendekatan yang baik kepada masyarakat serta tingkat toleransi yang tinggi. Karakter tersebut dinilai penting bagi seorang Kapolri di tengah tuntutan agar Polri semakin dekat dengan publik.

“Beliau memiliki kedekatan dengan masyarakat yang sangat baik dan memiliki toleransi yang sangat tinggi,” ujarnya.

Suyudi Dinilai Punya Modal Kuat di Bidang Hukum

Edi juga menilai latar belakang Suyudi sebagai polisi reserse menjadi salah satu modal penting dalam memimpin Polri.

Menurut Edi, pengalaman panjang Suyudi di bidang reserse membuatnya memiliki pengetahuan dan pemahaman yang kuat mengenai produk hukum serta penegakan hukum. PenegakanHukum

Hal itu dinilai dapat menjadi modal untuk meningkatkan kualitas penegakan dan pelayanan hukum di tubuh Polri.

“Suyudi adalah polisi reserse, di mana dia memiliki pengetahuan tentang produk hukum yang diharapkan dapat meningkatkan kualitas dan pelayanan tentang hukum menjadi lebih baik,” kata Edi.

Penilaian tersebut sejalan dengan rekam jejak Suyudi yang cukup panjang di bidang reserse dan penegakan hukum. Sebelum menduduki jabatan strategis di tingkat nasional, Suyudi pernah bertugas di sejumlah satuan reserse hingga memimpin wilayah. Pengalaman Suyudi sebagai perwira reserse, Kapolres, Wakapolda Metro Jaya, Kapolda Banten, hingga Kepala BNN menjadi modal penting untuk memimpin Polri.

Suyudi kemudian resmi dilantik Presiden Prabowo Subianto sebagai Kapolri di Istana Negara, Jakarta, Kamis (1/10/2026). Ia menggantikan Jenderal Polisi Listyo Sigit Prabowo. Pelantikan tersebut berdasarkan Keputusan Presiden Nomor 96/POLRI Tahun 2026.

Sebelumnya, DPR RI juga telah menyetujui Suyudi sebagai Kapolri setelah Komisi III DPR melakukan uji kelayakan dan kepatutan terhadap mantan Kepala BNN tersebut.

Harap Kepercayaan Publik kepada Polri Meningkat

Lebih lanjut, Edi berharap kepemimpinan Suyudi dapat membawa Polri menjadi semakin baik, terutama dalam meningkatkan kepercayaan masyarakat terhadap institusi kepolisian.

Menurutnya, kedekatan dengan masyarakat harus menjadi bagian penting dalam kepemimpinan Suyudi.

“Saya berharap Polri semakin baik, kepercayaan masyarakat terhadap Polri semakin sangat baik,” katanya.

Edi menilai hal tersebut sejalan dengan gagasan yang dibawa Suyudi melalui program “Polisi Bersama Masyarakat”.

Program tersebut memang menjadi salah satu doktrin utama Suyudi ketika menjalani uji kelayakan dan kepatutan sebagai calon Kapolri di Komisi III DPR. Suyudi menyebut masyarakat sebagai pusat orientasi tugas kepolisian.

Setelah dilantik, Suyudi kembali menegaskan komitmennya untuk memperkuat pelayanan publik, penegakan hukum yang adil, serta mendekatkan Polri dengan masyarakat. Ia menyebut polisi harus berada di tengah masyarakat dan memberikan respons cepat terhadap persoalan keamanan dan ketertiban masyarakat.

Bagi Edi, pendekatan tersebut menjadi modal penting bagi Suyudi untuk menjalankan tugasnya sebagai Kapolri sekaligus menjawab tuntutan masyarakat terhadap Polri yang profesional, dekat, dan mampu memberikan pelayanan hukum yang semakin baik.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

No More Posts Available.

No more pages to load.