Kerusuhan Eropa Jadi Peringatan, Fernando EMas Dorong Kesiapan Pemerintahan Prabowo

oleh -25 Dilihat

Jakarta – Direktur Rumah Politik Indonesia, Fernando EMas, menilai fenomena kerusuhan yang terjadi di beberapa negara eropa tidak akan berdampak pada situasi kondusifitas di Indonesia.

“Saya berharap situasi beberapa negara yang mengalami kerusuhan karena berbagai persoalan di negaranya tidak akan berdampak terhadap Indonesia,” kata Fernando, Senin (19/10/2026).

Meski demikian, pemerintah perlu mempersiapkan berbagai kemungkinan menghadapi berbagai persoalan yang sedang dihadapi Indonesia.

“Namun perlu kesiapan pemerintahan Prabowo Subianto untuk menghadapi berbagai kemungkinan yang akan terjadi karena berbagai persoalan sedang melanda Indonesia,” katanya.

Diketahui, Presiden Prancis Emmanuel Macron mengecam aksi kekerasan yang terjadi dalam demonstrasi menentang mahalnya biaya hidup di sejumlah wilayah Prancis. Kerusuhan tersebut memicu bentrokan antara polisi, demonstran, dan sejumlah orang yang melakukan penjarahan di Paris.

Dilansir AFP, hampir 2.400 orang ditangkap pada Sabtu dalam gelombang kerusuhan yang disebut sebagai salah satu insiden kekerasan perkotaan terparah di Prancis dalam beberapa tahun terakhir. Kementerian Dalam Negeri Prancis melaporkan hampir 1.000 polisi dan anggota gendarmerie atau polisi militer Prancis mengalami luka-luka. Tujuh di antaranya dilaporkan menderita luka serius.

Dalam pidatonya kepada masyarakat, Macron menyatakan pemerintah akan memperkuat pengamanan serta mengevaluasi cara kepolisian menangani demonstrasi. Meski demikian, ia tidak mengumumkan kebijakan darurat seperti pemberlakuan keadaan darurat nasional maupun jam malam.

“Malam ini, kita semua merasakan kemarahan dan rasa malu,” kata Macron. Ia menekankan pentingnya membedakan para demonstran yang menyampaikan “tuntutan yang sah” dengan kelompok yang melakukan tindakan “menghancurkan, merusak, dan menjarah”.

“Mereka yang melakukan perusakan harus membayar,” katanya. Macron juga menegaskan pemerintah tidak akan memberikan toleransi terhadap “para penghasut dari kelompok sayap kiri ekstrem, yang bergabung dengan banyak pelaku kriminal” dan telah “melancarkan kekerasan tak terkendali di kota-kota kita”.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

No More Posts Available.

No more pages to load.