Juri Heroes Jakarta 2026 Dibuat Kagum, Orang Tua RT 11 Fasih Perkenalkan Inovasi Pengolahan Sampah

oleh -17 Dilihat

JAKARTA – Ada pemandangan menarik dalam kunjungan para juri Program Pilah Olah Sampah Heroes Jakarta 2026 ke RT 11 RW 07 Gandaria Utara, Kebayoran Baru, Jakarta Selatan. Bukan hanya menyaksikan inovasi pengelolaan sampah, para juri juga disuguhi penampilan istimewa dari warga, khususnya para orang tua yang berani unjuk kemampuan berbicara bahasa Inggris.

Melalui program RT Inggris atau Erte English, para orang tua warga RT 11 tampil percaya diri memperkenalkan Pilar Kedua Bang Jali (Bareng Jaga Lingkungan), yaitu Environment atau lingkungan, dengan menggunakan bahasa Inggris.

Di hadapan para juri, mereka mempresentasikan tiga inovasi unggulan pengelolaan sampah yang dikembangkan di lingkungan RT 11, yakni KOMLING (Kompos Keliling), KOMA (Komposter Mandiri), dan SMART GEPREK.

Dengan bahasa Inggris, para warga menjelaskan bahwa KOMLING merupakan program pengumpulan sampah organik sekaligus edukasi pemilahan sampah melalui sistem jemput bola dari rumah ke rumah. Program ini juga mampu mengolah sampah organik menjadi kompos dalam waktu sekitar enam jam dengan kapasitas 5–10 liter.

Mereka juga memperkenalkan KOMA, mesin komposter mandiri berkapasitas hingga 100 kilogram yang dapat mengolah sampah organik menjadi pupuk kompos dalam waktu sekitar enam jam.

Sementara itu, SMART GEPREK merupakan inovasi teknologi untuk memadatkan botol plastik dan kaleng bekas sehingga volume sampah berkurang dan lebih mudah dikelola.

Tidak hanya menjelaskan teknologi, para warga juga memperkenalkan Jingle KOMLING yang diciptakan oleh Ketua RT 11, IPTU Imam Basori. Lagu tersebut menjadi media edukasi kreatif untuk mengajak masyarakat memilah sampah dengan cara yang menyenangkan dan mudah dipahami.

Penampilan para orang tua ini menjadi bukti bahwa program RT Inggris tidak hanya ditujukan kepada anak-anak dan generasi muda. Warga dewasa pun mendapatkan kesempatan untuk belajar, berlatih, dan menunjukkan kemampuan berkomunikasi dalam bahasa Inggris.

Program yang dikembangkan melalui Erte English ini sekaligus memperlihatkan pendekatan pendidikan masyarakat yang terintegrasi dengan inovasi lingkungan. Bahasa Inggris tidak hanya dipelajari di ruang kelas, tetapi langsung dipraktikkan untuk memperkenalkan karya dan potensi lingkungan sendiri.

Ketua RT 11, IPTU Imam Basori, melalui program Bang Jali ingin membangun masyarakat yang tidak hanya peduli terhadap lingkungan, tetapi juga memiliki keberanian untuk belajar, berinovasi, dan memperkenalkan hasil karyanya kepada masyarakat yang lebih luas.

Kunjungan juri Heroes Jakarta 2026 pun menjadi momentum untuk menunjukkan bahwa perubahan bisa dimulai dari lingkungan terkecil. Bahkan, para orang tua yang sebelumnya belajar bahasa Inggris kini berani berdiri dan mempresentasikan inovasi pengelolaan sampah di hadapan para juri.

Pesan yang dibawa warga RT 11 sangat sederhana, tetapi bermakna:

“Separate Waste, Save the Earth!” — Pilah Sampah, Selamatkan Bumi!

Melalui perpaduan pendidikan, teknologi, dan kepedulian lingkungan, RT 11 Gandaria Utara ingin membuktikan bahwa masyarakat dapat terus berkembang tanpa mengenal batas usia.

Dari belajar bahasa Inggris menjadi berani berbicara. Dari memilah sampah menjadi menciptakan inovasi. Dari satu RT untuk menginspirasi Jakarta.

Bang Jali dan Erte English membuktikan bahwa perubahan besar dimulai ketika masyarakat berani belajar, berani berkarya, dan berani mengambil peran.

Jangan Jadi Penonton, Jadilah Pelaku Perubahan!

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

No More Posts Available.

No more pages to load.