Buronan Internasional Akhirnya Tertangkap, Begini Peran Jenderal Suyudi dalam Operasi Dewi Astutik

oleh -5 Dilihat

JAKARTA — Rekam jejak Jenderal Pol Suyudi Ario Seto dalam pemberantasan kejahatan lintas negara kembali menjadi sorotan setelah dirinya resmi menjabat sebagai Kepala Kepolisian Negara Republik Indonesia (Kapolri).

Sebelum memimpin Korps Bhayangkara, Suyudi memiliki pengalaman menangani berbagai kasus kejahatan luar biasa saat menjabat Kepala Badan Narkotika Nasional (BNN). Salah satu operasi yang menonjol adalah keberhasilannya memimpin pengejaran hingga pemulangan buronan internasional Dewi Astutik alias PA atau Mami dari Kamboja.

Dewi Astutik merupakan buronan kasus narkotika yang diduga memiliki peran penting dalam jaringan penyelundupan narkoba lintas negara. Namanya mencuat setelah BNN mengungkap kasus penyelundupan sekitar 2 ton sabu dengan nilai mencapai Rp5 triliun.

Dewi sempat melarikan diri ke luar negeri dan masuk dalam daftar buronan internasional. Upaya pengejaran kemudian dilakukan BNN melalui koordinasi dengan berbagai pihak, termasuk Bais TNI, Kepolisian Kamboja, serta Kedutaan Besar Republik Indonesia (KBRI) di Phnom Penh.

Informasi mengenai keberadaan Dewi di Kamboja diterima pada 17 November 2025. Menindaklanjuti informasi tersebut, Suyudi yang saat itu menjabat Kepala BNN mengeluarkan surat perintah dan membentuk tim untuk melakukan operasi penangkapan.

Tim kemudian diberangkatkan ke Kamboja pada 25 November 2025. Setelah tiba di Phnom Penh pada 30 November 2025, tim BNN berkoordinasi dengan KBRI dan Kepolisian Kamboja untuk memastikan proses penangkapan berjalan sesuai ketentuan.

Operasi akhirnya membuahkan hasil pada 1 Desember 2025. Dewi Astutik ditangkap di sebuah hotel di Sihanoukville, Kamboja.

Saat ditangkap, Dewi berada di dalam sebuah mobil Toyota Prius bersama seorang laki-laki. Tim gabungan kemudian melakukan verifikasi dan klarifikasi fisik untuk memastikan identitas buronan tersebut.

Sehari setelah penangkapan, Dewi Astutik dipulangkan ke Indonesia. Suyudi bahkan turun langsung menjemput buronan tersebut dari Kamboja sebagai bagian dari proses pemulangan.

Keberhasilan tersebut menjadi salah satu catatan penting dalam perjalanan Suyudi di BNN. Operasi itu menunjukkan kemampuan aparat Indonesia dalam membangun kerja sama lintas negara untuk mengejar pelaku kejahatan yang mencoba menghindari proses hukum dengan melarikan diri ke luar negeri.

Pengalaman menangani kejahatan narkotika lintas negara juga menjadi bagian dari rekam jejak Suyudi sebelum dipercaya memimpin Polri.

Sebagai Kapolri, pengalaman tersebut menjadi modal dalam menghadapi tantangan kejahatan yang semakin kompleks dan tidak lagi mengenal batas wilayah negara.

Penanganan jaringan narkotika internasional, pengejaran buronan lintas negara, hingga penguatan kerja sama dengan aparat penegak hukum negara lain menjadi bagian penting dalam menghadapi kejahatan luar biasa.

Rekam jejak Suyudi dalam operasi pemulangan Dewi Astutik sekaligus memperlihatkan bahwa penegakan hukum terhadap pelaku kejahatan lintas negara membutuhkan koordinasi, ketelitian, serta kerja sama antarotoritas.

Kini, setelah dipercaya sebagai Kapolri, pengalaman tersebut menjadi bagian dari perjalanan kepemimpinan Suyudi di institusi Polri dalam menghadapi berbagai bentuk kejahatan, termasuk kejahatan terorganisasi dan jaringan kriminal internasional.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

No More Posts Available.

No more pages to load.